LAPORAN
SEJARAH
NAMA : TRI UTAMININGSIH
SMA NEGERI JATILAWANG
Jl. Rya Jatilawang No. 376 Kec.
Jatilawang Kab. Banyumas
DAFTAR ISI
COVER
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Kata Pengantar
BAB II ISI
1.
Study Pustaka
Menjelaskan proses
terbentuknya kepulauan Indonesia berdasarkan sumber/buku.
2.
Hasil Observasi
Menjelaskan bukti yang
ditemukan saat melakukan observasi di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian
Karang Sambung tentang proses terbentuknya kepulauan Indonesia.
3.
Pembahasan
Menjelaskan proses
terbentuknya kepulauan Indonesia berdasarkan teori dan bukti-bukti yang di
temukan di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karang Sambung.
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
BAB IV DAFTAR PUSTAKA
BAB V LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji syukur saya panjatkan kehadiran tuhan yang mahakuasa sehingga saya
bisa menyelesaikan tugas laporan dari
bapak/ibu guru dengan baik, tentang laporan proses terbentuknya kepulauan
indonesia, semoga saya dapat menyusun laporan tanpa halangan apapun.
Alhamdulilah saya dapat
menyelesaikan laporan ini untuk tugas dari luar sekolah berdasarkan sumber dan observasi
yang kemarin saya terjun langsung kelapangan di geologi karang sambung.
Tujuan dalam pembuatan
laporan ini agar siswa dapat mengetahui
bagaimana proses terbentuknya kepulauan indonesia berdasarkan teori dan bukti bukti yang di
temukan di balai informasi dan konservasi kebumian karang sambung dan dapat
menambah pembelajaran siswa siswi sekalian.
Saya menyadari
terbatasnya kemampuan mungkin laporan ini belum sempurna, mungkin ada saran dan
kritik dari pembaca yang telah saya selesaikan.
Wasalamu’alaikum
wr.wb.
BAB II
ISI
1.
Study pustaka
Proses terbentuknya kepulauan indonesia
Dalam proses terbentuknya pulau-pulau indonesia yaitu cikal
bakal dari kepulauan Indonesia mulai terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu
(Mya).Pada Periode Quaternary (sekitar 2 juta tahun yang lalu- sekarang) itulah
proses utama pembentukan kepulauan Indonesia. sekitar 1 juta tahun yang lalu,
pada saat Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Borneo masih menyatu
dengan Semanjung Asia, disebut dengan “Paparan Sunda”. Paparan sunda ini
terpisah oleh naiknya permukaan air laut, mulai dari 20.000 tahun yang lalu
sampai sekarang, dengan permukaan air laut yang naik/turun karena dipengaruhi
oleh suhu Bumi dan Glacier, beberapa kali pulalah Paparan sunda ini terpisah
menjadi beberapa pulau, kemudian menyatu kembali dan terpisah kembali secara
berulang-ulang, sampai kita lihat pada saat sekarang ini.
Penjelasan ringkas ini, menggambarkan bahwa asal dari
pulau-pulau yang terdapat di Indonesia berbeda-beda. Pulau Papua yang berasal
dari craton Australia dahulunya, dan telah terbentuk beberapa juta tahun lalu,
sebelum terbentuknya pulau lain di Indonesia. Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo
yang merupakan bagian dari craton China Utara, yang kemudian akibat pergerakan
kulit bumi membentuk daratan Asia, dan pada Periode Tertiary, pulau Sumatra,
Jawa dan Borneo terpisah. Berdasarkan rekonstruksi ini, kita bisa melihat
darimana asal Fauna dan Flora yang terdapat di Indonesia. sehingga Fauna yang
terdapat pad pulau Sumatra, Jawa dan Borneo memiliki karakter yang sama dengan
yang terdapat di benua Asia, begitu juga denga pulau Papua yang berasal dari
craton Australia. Sedangkan pulau unik Sulawesi yang terbentuk dari gabungan
beberapa daratan Asia, Australia dan beberapa pulau dari Samudara Pasifik,
menyebabkan pulau ini memiliki fauna yang unik dan khas. Wallace menyatakan
perbedaan antara bagian timur dan Barat Indonesia dengan suatu garis, berdasarkan
kepada hal ini dan juga berdasarkan observasi dan penelitian-penelitian yang
dilakukannya.
2.Hasil observasi
. batuan serpentinit
Batuan Serpentinit
termasuk dalam jenis Batuan Metamorf Ultra Basalt, batuan serpentinit dulunya
lantai samudra, bukti evolusi lempeng tektonik batuan serpentinit sejak lebih
dari 120 juta tahun yang lalu. Batuan serpentinit yang ada di karang
sambung berawal dari proses batuan beku
yang keluar sampai permukaan bumi yang disebut extrusi. Batuan ini terbentuk
karena terjadinya tumbukan lempeng samudera, dan adanya arus konveksi
(Perpindahan Panas) yang menyebabkan lempeng bergerak. Kesan mengkilap dan bergaris-garis tipis
akibat pergesekan antar batuan karena terjadi patahan. Bahwa
bukti lantai samudra di karang sambung dulunya sebuah laut yang dalam. Batuan Serpentinit dapat di
jadikan sebagai bahan dasar pembuatan bedak dan asbes. Jadi, berdasarkan hasil
observasi yang saya lakukan batuan serpentinit mempengaruhi proses terbentuknya
kepulauan indonesia.
b. batuan lava bantal dan rijang
lava bantal terbentuk
akibat dari erupsi atau lelehan lava yang bersentuhan dengan air laut. Proses
pembekuan yang tiba tiba akibat bersentuuhan dengan air laut menyebabkan bentukan mineral mineralnya tidak
terpilah dengan baik, sehingga tubuh lavanya membentuk geometri seperti mirip
bantal jadi disebut lava bantal. Lava bantal mengalami proses pendinginan yang
selanjutnya bagian kulitnya langsung membeku dan tertahan tekanan hidrostatis. lava bantal
berasosiasi dengan rijang, sebagian tergerus/terbreksikan serta sebagian yang
lain (lava basalt) menunjukkanstruktur mata ikan yang menunjukkan adanya
patahan geser kiri. berdasarkan ciri ciri fisisknya, lava bantal
ini terbentuk pada zona pemekeran lantai samudra sebagai bagian kegiatan
vulkanik bawah laut. batuan
ini berumur 81 juta tahun atau terbentuk pada zaman Kapur Akhir. Batuan ini
lebih muda dari batuan tertua yang ditemukan di pulau Jawa yaitu batuan
metamorfik batu sekis mika di Kompleks Melange Luk Ulo yang berumur 117 juta
tahun atau terbentuk pada zaman Kapur Awal (Ketner, dkk, 1976).
batu
rijang berada di bawah batuan lava basalt. Batuan Rijang merupakan batuan sedimen
silika, batu rijang terbentuk pada zaman kapur, yaitu sekkitar 90 juta tahun
yang lalu. Batu Rijang tersusun dari mineral opal, kalsedon, kuarsa, dan
kristobalit, serta sedikit mengandung kalsit dan domolit. Di karang sambung
batu rijang yang diasana bewarna coklat kemerahan.
Batu Rijang di karang sambung di temukan di
daratan, maka dapat di pastikan bahwa karang sambung dahulunya adalah Laut yang
Berkedalaman 120-200 m. Batu Rijang dapat dimanfaatkan untuk membuat api (batu
api), kapak genggam, mata panah, dan peralatan lain pada zaman batu. Di karang sambung batu rijang yang diasana
bewarna coklat kemerahan.
c. batuan Filit
batuan filit berada di seberang sungai luo kuo. Batuan ini
termasuk bongkahan batuan asing dan lipatannya mikro intensif, proses
terbentuknya filit merupakan batuan metamorf yang derajat rendah .proses
tektonik dan deformasi membentuk patahan yang searah dengan aliran sungai
sehingga membentuk lipatan yang kecil serta strukturnya bergaris-garis.
d. batuan diabas
batuan diabas merupakan batuan beku intrusiv yang menerobos
batuan sedimen, hasil gesekan panasnya menimbulkan batuan metamorft sementara
batuan intrusif ini namanya diabas. Keunikanya batuan ini seperti orang
manambang mudah hanya menggunakan linggis karena batuan ini terbentuknya hasil
gesekan kenampakan kekar kolom (columnar joint) karena menorobos batuan sedimen yang
menghasilkan panas yang artinya batuan
metamorft yang namaya batuan kornovel. Dari informasi yang saya tahu batuan
diabas yang tidak ditambang tapi tidak konglomeratnya jika kita naik kesana
cukup panjang 100% ke utara tapi 70% nya di tambang oleh penduduk dengan
peledak.
e. batuan seismika
Batuan
sekis mika memiliki warna abu-abu dan mengkilap putih, dengan komponen
mineralnya yaitu mika, merupakan metamorf foliasi. Pada deretan batuan sekis
mika ini terdapat aliran sungai yang merupakan arah aliran subsekuaen karena
sungainya sejajar dengan arah straight. Pada struktunya terdapat rekahan yang
telah terisi oleh mineral kuarsa yang masuk ke celah-celah rekahan tersebut.
Sekis mika berfoliasi lemah terdapat komponen mika dan kuarsa. Terbentuk karena
akibat tektonik yang merupakan fanerik lepidoblastik skistosa. Batuan dengan
mineral mika yang berkilauan ketika tertimpa sinar matahari ini adalah batu
tertua yang tersingkap di Pulau Jawa.
3.Pembahasan
Berdasarkan proses terbentuknya
Kepulauan Indonesia yang saya temukan di Karang Sambung, membuktikan bahwa
karang sambung dahulunya adalah Laut Dangkal di buktikan dengan adanya batuan
kerak samudera dan juga merupakan Laut Dalam sebagai buktinya adalah adanya
Batuan Lantai Samudera. Di karang Sambung
banyak terdapat berbagai macam batuan karena adanya lempeng yang bertabrakan.
Sehingga daratan yang dulunya berupa sebuah laut karena mengalami arus konveksi
menjadi sebuh lembah yang disebut antiklinal, yang dulunya sebuah lembah
menjadi bukit disebut sinklinal. Lempeng
Pertemuan lempeng di karang sambung terjadi
sekitar 100-60 juta tahun yang lalu. Pada tahun 1969 dua orang ahli geologi
bernama Hatherton dan Dickinson menerapkan teori TEKTONIK LEMPENG untuk
memahami jalur gunung api di Indonesia dan ternyata Indonesia adalah wilayah
pertemuan 3 lempeng utama yaitu Eurasia, hindia-australia, dan pasifik hal ini
menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung berapi. Di area ini cikal
bakal lempeng samudera Hindia (menurut pengetahuan sekarang adalah lempeng
samudera Ceno-Tethys – Satyana, 2003) menekuk/menunjam/subduksi di bawah
lempeng benua Eurasia yang diduduki oleh Jawa bagian utara. Penekukan ini
membentuk palung, lempeng samudra ini terus berjalan menekuk ke bawah benua.
Maka hasilnya adalah di dalam palung subduksi ini terjadi percampuran batuan
yang luar biasa kompleks, menghasilkan kompleks batuan yang umum disebut
kompleks mélange (dari bahasa Prancis: campuran). Bentuk
dasar lantai samudra yang menonjol adalah pegunungan dasar laut yang menjalar
di lantai samudra seperti jahitan pada bola tenis. Cerobong tersebut perlahan
memutahkan ke dasar laut, ketika lava bertemu dengan air ynag dingin terbentunk
bongkahan gundukan mirip bantal. Di zona itu pula terbentuk kerak samudra baru
hasil dari pemekaran. Pada
tahun 1960-an para ilmuwan menemukan bukti bahwa lantai samudera mengalami pemekaran.
Mereka menemukan jalur-jalur magnetisasi pada batuan yang ada di kedua sisi punggung pegunungan laut
Sekitar 250 juta yang lalu, seluruh benua
dipermukaan bumi masih menyatu dalam bentuk benua yang luas yang disebut
Pangaea. Sekitar 200 juta tahun yang lalu pengaea terbelah dan membentuk
gondwana di selatan dan laurasia di utara. Kedua benua ini kemudian terpecah lagi, Lempeng India bergabung dengan Asia dan
Afrika, dan daratan Italia menyatu dengan Eropa.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pernyataan
tersebut dapat saya simpulkan bahwa, daerah karang sambung menjadi daerah yang
banyak memiliki batuan karena di daerah ini berada di tengah lempeng benua
dengan lempeng daratan yang bertumbukan. Karena lempeng ini saling bertumbukan
membuat banyak batuan yang berkumpul disini seperti macam-macam batuan yang
berada di luk ulo.
Dahulu dikarang
sambung adalah sebuah lautan, hal ini dibuktikan dengan adanya batuan
serpentinit yang merupakan batuan yang hanya bisa ditemukan di kerak samudra.
Karena adanya pergerakan lempeng yang mengalami batas konvergen atau terbentuk dari tumbukan dua lempeng sehingga
lempeng diatasnya terangkat yang
menyebabkan pergeseran kulit bumi ini juga yang menyebabkan daerah karang
sambung menjadi sebuah daratan.
Batuan hasil
pergerakan kepulauan Di karangsambung ini berbagai batuan yaitu batuan yang berkumpul atau batuan yang
membukit. Batuan ini terbentuk akibat berbagai hal. Batuan ini dapat berguna
sebagai penelitian baik dalam penelitian sejarah maupun penelitian geografi.
Seperti batu diabas, serpentinit, rijang dan filit.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar