/>

Rabu, 04 November 2015

MAKALAH : Wisata karang sambung kebumen

LAPORAN SEJARAH





GEO WISATA KARANG SAMBUNG
NAMA       : TRI UTAMININGSIH



SMA NEGERI JATILAWANG
Jl. Rya Jatilawang No. 376 Kec. Jatilawang Kab. Banyumas






DAFTAR ISI

COVER
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Kata Pengantar
BAB II ISI
1.      Study Pustaka
Menjelaskan proses terbentuknya kepulauan Indonesia berdasarkan sumber/buku.
2.      Hasil Observasi
Menjelaskan bukti yang ditemukan saat melakukan observasi di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karang Sambung tentang proses terbentuknya kepulauan Indonesia.
3.      Pembahasan
Menjelaskan proses terbentuknya kepulauan Indonesia berdasarkan teori dan bukti-bukti yang di temukan di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karang Sambung.
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
BAB IV DAFTAR PUSTAKA
BAB V LAMPIRAN



















BAB I
PENDAHULUAN
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.
            Puji syukur saya panjatkan  kehadiran tuhan yang mahakuasa sehingga saya bisa menyelesaikan  tugas laporan dari bapak/ibu  guru dengan baik,  tentang laporan proses terbentuknya kepulauan indonesia, semoga saya dapat menyusun laporan tanpa halangan apapun.
           
Alhamdulilah saya dapat menyelesaikan laporan ini untuk tugas dari luar sekolah berdasarkan sumber dan observasi yang kemarin saya terjun langsung kelapangan di geologi karang sambung.
           
Tujuan dalam pembuatan laporan ini agar siswa  dapat mengetahui bagaimana proses terbentuknya kepulauan indonesia  berdasarkan teori dan bukti bukti yang di temukan di balai informasi dan konservasi kebumian karang sambung dan dapat menambah pembelajaran siswa siswi sekalian.
           
Saya menyadari terbatasnya kemampuan mungkin laporan ini belum sempurna, mungkin ada saran dan kritik dari pembaca yang telah saya selesaikan.
            Wasalamu’alaikum wr.wb.     












BAB II
ISI
1.      Study pustaka
Proses terbentuknya kepulauan indonesia
Dalam proses terbentuknya pulau-pulau indonesia yaitu cikal bakal dari kepulauan Indonesia mulai terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu (Mya).Pada Periode Quaternary (sekitar 2 juta tahun yang lalu- sekarang) itulah proses utama pembentukan kepulauan Indonesia. sekitar 1 juta tahun yang lalu, pada saat Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Borneo masih menyatu dengan Semanjung Asia, disebut dengan “Paparan Sunda”. Paparan sunda  ini terpisah oleh naiknya permukaan air laut, mulai dari 20.000 tahun yang lalu sampai sekarang, dengan permukaan air laut yang naik/turun karena dipengaruhi oleh suhu Bumi dan Glacier, beberapa kali pulalah Paparan sunda ini terpisah menjadi beberapa pulau, kemudian menyatu kembali dan terpisah kembali secara berulang-ulang, sampai kita lihat pada saat sekarang ini.
Penjelasan ringkas ini, menggambarkan bahwa asal dari pulau-pulau yang terdapat di Indonesia berbeda-beda. Pulau Papua yang berasal dari craton Australia dahulunya, dan telah terbentuk beberapa juta tahun lalu, sebelum terbentuknya pulau lain di Indonesia. Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo yang merupakan bagian dari craton China Utara, yang kemudian akibat pergerakan kulit bumi membentuk daratan Asia, dan pada Periode Tertiary, pulau Sumatra, Jawa dan Borneo terpisah. Berdasarkan rekonstruksi ini, kita bisa melihat darimana asal Fauna dan Flora yang terdapat di Indonesia. sehingga Fauna yang terdapat pad pulau Sumatra, Jawa dan Borneo memiliki karakter yang sama dengan yang terdapat di benua Asia, begitu juga denga pulau Papua yang berasal dari craton Australia. Sedangkan pulau unik Sulawesi yang terbentuk dari gabungan beberapa daratan Asia, Australia dan beberapa pulau dari Samudara Pasifik, menyebabkan pulau ini memiliki fauna yang unik dan khas. Wallace menyatakan perbedaan antara bagian timur dan Barat Indonesia dengan suatu garis, berdasarkan kepada hal ini dan juga berdasarkan observasi dan penelitian-penelitian yang dilakukannya.
2.Hasil observasi
. batuan serpentinit
Batuan Serpentinit termasuk dalam jenis Batuan Metamorf Ultra Basalt, batuan serpentinit dulunya lantai samudra, bukti evolusi lempeng tektonik batuan serpentinit sejak lebih dari 120 juta tahun yang lalu. Batuan serpentinit yang ada di karang sambung  berawal dari proses batuan beku yang keluar sampai permukaan bumi yang disebut extrusi. Batuan ini terbentuk karena terjadinya tumbukan lempeng samudera, dan adanya arus konveksi (Perpindahan Panas) yang menyebabkan lempeng bergerak. Kesan mengkilap dan bergaris-garis tipis akibat pergesekan antar batuan karena terjadi patahan. Bahwa bukti lantai samudra di karang sambung dulunya sebuah  laut yang dalam. Batuan Serpentinit dapat di jadikan sebagai bahan dasar pembuatan bedak dan asbes. Jadi, berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan batuan serpentinit mempengaruhi proses terbentuknya kepulauan indonesia.

b. batuan lava bantal dan rijang
lava bantal terbentuk akibat dari erupsi atau lelehan lava yang bersentuhan dengan air laut. Proses pembekuan yang tiba tiba akibat bersentuuhan dengan air laut  menyebabkan bentukan mineral mineralnya tidak terpilah dengan baik, sehingga tubuh lavanya membentuk geometri seperti mirip bantal jadi disebut lava bantal. Lava bantal mengalami proses pendinginan yang selanjutnya bagian kulitnya langsung membeku dan tertahan tekanan hidrostatis. lava bantal berasosiasi dengan rijang, sebagian tergerus/terbreksikan serta sebagian yang lain (lava basalt) menunjukkanstruktur mata ikan yang menunjukkan adanya patahan geser kiri.  berdasarkan ciri ciri fisisknya, lava bantal ini terbentuk pada zona pemekeran lantai samudra sebagai bagian kegiatan vulkanik bawah laut. batuan ini berumur 81 juta tahun atau terbentuk pada zaman Kapur Akhir. Batuan ini lebih muda dari batuan tertua yang ditemukan di pulau Jawa yaitu batuan metamorfik batu sekis mika di Kompleks Melange Luk Ulo yang berumur 117 juta tahun atau terbentuk pada zaman Kapur Awal (Ketner, dkk, 1976).
batu rijang berada di bawah batuan lava basalt. Batuan Rijang merupakan batuan sedimen silika, batu rijang terbentuk pada zaman kapur, yaitu sekkitar 90 juta tahun yang lalu. Batu Rijang tersusun dari mineral opal, kalsedon, kuarsa, dan kristobalit, serta sedikit mengandung kalsit dan domolit. Di karang sambung batu rijang yang diasana bewarna coklat kemerahan.
 Batu Rijang di karang sambung di temukan di daratan, maka dapat di pastikan bahwa karang sambung dahulunya adalah Laut yang Berkedalaman 120-200 m. Batu Rijang dapat dimanfaatkan untuk membuat api (batu api), kapak genggam, mata panah, dan peralatan lain pada zaman batu.  Di karang sambung batu rijang yang diasana bewarna coklat kemerahan.

c. batuan Filit
batuan filit berada di seberang sungai luo kuo. Batuan ini termasuk bongkahan batuan asing dan lipatannya mikro intensif, proses terbentuknya filit merupakan batuan metamorf yang derajat rendah .proses tektonik dan deformasi membentuk patahan yang searah dengan aliran sungai sehingga membentuk lipatan yang kecil serta strukturnya bergaris-garis.

d.  batuan diabas
      batuan diabas merupakan batuan beku intrusiv yang menerobos batuan sedimen, hasil gesekan panasnya menimbulkan batuan metamorft sementara batuan intrusif ini namanya diabas. Keunikanya batuan ini seperti orang manambang mudah hanya menggunakan linggis karena batuan ini terbentuknya hasil gesekan kenampakan kekar kolom (columnar joint)  karena menorobos batuan sedimen yang menghasilkan panas yang artinya  batuan metamorft yang namaya batuan kornovel. Dari informasi yang saya tahu batuan diabas yang tidak ditambang tapi tidak konglomeratnya jika kita naik kesana cukup panjang 100% ke utara tapi 70% nya di tambang oleh penduduk dengan peledak.


e. batuan seismika
Batuan sekis mika memiliki warna abu-abu dan mengkilap putih, dengan komponen mineralnya yaitu mika, merupakan metamorf foliasi. Pada deretan batuan sekis mika ini terdapat aliran sungai yang merupakan arah aliran subsekuaen karena sungainya sejajar dengan arah straight. Pada struktunya terdapat rekahan yang telah terisi oleh mineral kuarsa yang masuk ke celah-celah rekahan tersebut. Sekis mika berfoliasi lemah terdapat komponen mika dan kuarsa. Terbentuk karena akibat tektonik yang merupakan fanerik lepidoblastik skistosa. Batuan dengan mineral mika yang berkilauan ketika tertimpa sinar matahari ini adalah batu tertua yang tersingkap di Pulau Jawa.
3.Pembahasan

 Berdasarkan proses terbentuknya Kepulauan Indonesia yang saya temukan di Karang Sambung, membuktikan bahwa karang sambung dahulunya adalah Laut Dangkal di buktikan dengan adanya batuan kerak samudera dan juga merupakan Laut Dalam sebagai buktinya adalah adanya Batuan Lantai Samudera. Di karang Sambung banyak terdapat berbagai macam batuan karena adanya lempeng yang bertabrakan. Sehingga daratan yang dulunya berupa sebuah laut karena mengalami arus konveksi menjadi sebuh lembah yang disebut antiklinal, yang dulunya sebuah lembah menjadi bukit disebut sinklinal.  Lempeng
 Pertemuan lempeng di karang sambung terjadi sekitar 100-60 juta tahun yang lalu. Pada tahun 1969 dua orang ahli geologi bernama Hatherton dan Dickinson menerapkan teori TEKTONIK LEMPENG untuk memahami jalur gunung api di Indonesia dan ternyata Indonesia adalah wilayah pertemuan 3 lempeng utama yaitu Eurasia, hindia-australia, dan pasifik hal ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung berapi.  Di area ini cikal bakal lempeng samudera Hindia (menurut pengetahuan sekarang adalah lempeng samudera Ceno-Tethys – Satyana, 2003) menekuk/menunjam/subduksi di bawah lempeng benua Eurasia yang diduduki oleh Jawa bagian utara. Penekukan ini membentuk palung, lempeng samudra ini terus berjalan menekuk ke bawah benua. Maka hasilnya adalah di dalam palung subduksi ini terjadi percampuran batuan yang luar biasa kompleks, menghasilkan kompleks batuan yang umum disebut kompleks mélange (dari bahasa Prancis: campuran). Bentuk dasar lantai samudra yang menonjol adalah pegunungan dasar laut yang menjalar di lantai samudra seperti jahitan pada bola tenis. Cerobong tersebut perlahan memutahkan ke dasar laut, ketika lava bertemu dengan air ynag dingin terbentunk bongkahan gundukan mirip bantal. Di zona itu pula terbentuk kerak samudra baru hasil dari pemekaran. Pada tahun 1960-an para ilmuwan menemukan bukti bahwa lantai samudera mengalami pemekaran. Mereka menemukan jalur-jalur magnetisasi pada batuan yang ada di kedua sisi punggung pegunungan laut
      Sekitar 250 juta yang lalu, seluruh benua dipermukaan bumi masih menyatu dalam bentuk benua yang luas yang disebut Pangaea. Sekitar 200 juta tahun yang lalu pengaea terbelah dan membentuk gondwana di selatan dan laurasia di utara. Kedua benua ini kemudian terpecah lagi, Lempeng India bergabung dengan Asia dan Afrika, dan daratan Italia menyatu dengan Eropa.

























BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pernyataan tersebut dapat saya simpulkan bahwa, daerah karang sambung menjadi daerah yang banyak memiliki batuan karena di daerah ini berada di tengah lempeng benua dengan lempeng daratan yang bertumbukan. Karena lempeng ini saling bertumbukan membuat banyak batuan yang berkumpul disini seperti macam-macam batuan yang berada di luk ulo.
Dahulu dikarang sambung adalah sebuah lautan, hal ini dibuktikan dengan adanya batuan serpentinit yang merupakan batuan yang hanya bisa ditemukan di kerak samudra. Karena adanya pergerakan lempeng yang mengalami batas konvergen atau  terbentuk dari tumbukan dua lempeng sehingga lempeng diatasnya terangkat  yang menyebabkan pergeseran kulit bumi ini juga yang menyebabkan daerah karang sambung menjadi sebuah daratan.
Batuan hasil pergerakan kepulauan Di karangsambung ini berbagai batuan yaitu  batuan yang berkumpul atau batuan yang membukit. Batuan ini terbentuk akibat berbagai hal. Batuan ini dapat berguna sebagai penelitian baik dalam penelitian sejarah maupun penelitian geografi. Seperti batu diabas, serpentinit, rijang dan filit.
















BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar